Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

BUKTI-BUKTI KEILAHIAN YESUS ( Ranja Ginta Ginting)

BUKTI-BUKTI KEILAHIAN YESUS

Pada akhir-akhir ini dan bukan hanya pada akhir-akhir ini saja, melainkan sejak dulu iman Kristen selalu diuji, baik permasalahan-permasalahan dari dalam gereja maupun dari luar gereja. Salah satu ujian bagi iman Kristen dari sejak dulu adalah banyaknya tulisan-tulisan dan pemikiran-pemikiran yang menyatakan bahwa Yesus hanyalah manusia biasa yang sempurna. Salah satu pemikiran yagn mencetuskan pemikiran tersebut adalah dari para theolog Liberal, di mana mereka sekarang ada di mana-mana dan melayani di berbagai-bagai gereja. Karena itu saya  melalui tulisan ini sedang mencoba menjelaskan inti iman Kristen, yaitu tentang keilahian Yesus.

 Saya akan membuktikan keilahian Yesus dari Injil karena bukti-bukti yang lengkap mengenai Yesus adalah dari Injil, namun sebelumnya Injil sebagai dokumen kuno yang menuliskan mengenai Yesus harus diuji seperti pengujian yang dilakukan oleh dokumen-dokumen kono yang lainnya. Jika Injil dinyatakan lulus uji dari ujian yang dipakai untuk menguji keabsahan sebuah dokumen, maka bukti-bukti dari Injil mengenai Yesus adalah sah dan dapat dipercaya. Karena itu saya akan memakai pengujian dokumen terhadap Injil.
Pengujian Terhadap Semua Dokumen
 Suatu dokumen tingkat keakuratannya atau tingkat kredibilitasnya (dipercaya) diukur dari:
1. Jarak waktu antara kejadian dengan penulisan
2. Banyaknya salinan-salinan tua sampai yang termuda dan jarak waktu dari dokumen asli dengan salinan tua
3. Ada dukungan dari dokumen yang lain

Penjelasan:
Untuk no 1. Semakin jauh jarak waktu antara orang yang menulis dengan kejadian yang ditulis, maka keakuratannya semakin diragukan. Untuk no 2. Semakin banyak salinan dari yang tua sampai yang termuda, semakin membuktikan bahwa dokumen ini memang dapat dipercaya dan memang ada, karena salinan-salinan ini menyalin dari dokumen sebelumnya, salinan tua menyalin dari dokemun yang pertama, dan salinan yang lebih muda menyalin dari salinan yang lebih tua dan seterusnya. Hal ini menunjukkan dokumen itu memang ada, buktinya ada salinan yang banyak dari yang tua sampai yang termuda dan setiap salinan tidak ada perbedaan yang signifikan. Begitujuga dengan jarak penyalinan, semakin jauh waktu antara dokumen asli dengan salinan tua semakin diragukan salinannya, karena jarak waktu menentukan keakuratan penyalinan.Untuk no 3. Adanya dukungan dari dokumen lain membuktikan dokumen tersebut dapat dipercaya, karena dokumen lain menyatakan kebenaran dokumen tersebut (suatu perkara dapat dimenangkan jika diperkuat oleh 2 atau 3 saksi), dan semakin kuat kebenaran dokumen tersebut, jika dokumen lain mengutip dokumen tersebut (ini membuktikan bahwa dokumen lain setuju dengan dokumen tersebut,maka dokumen lain mengutip dokumen tersebut).
 Bukti Yesus secara lengkap dituliskan oleh para penulis Injil atau dapat dikatakan bukti Yesus secara lengkap ditemukan di Injil (dokumen yang menceritakan Yesus). Karena itu untuk mengetaui kebenaran keberadaan Yesus, maka terlebih dahulu menguji kredibilitas Injil.



Pengujian Injil.

1. Jarak Waktu Antara Kejadian Dengan Penulisan
 Yesus hidup di antara tahun 4 SM – 30 M. Menurut perhitungan para ahli dokumen, Injil Matius ditulis tahun 70 – 80 M, Injil Markus ditulis tahun 50 – 60 M / 58 -65 M, Injil Lukas ditulis awal tahun 60-an M, dan  Injil Yohanes ditulis tahun 80 – 100 M. Bukti-bukti perhitungan para ahli mengenai tahun penulisan Injil semakin diperkuat dengan adanya pernyataan dari dokumen – dokumen yang lain.


1.A Bukti Dari Dokumen Lain Bahwa Penulisan Injil Ditulis Pada Abad Pertama 
 Eusebius dalam bukunya Ecclesiasticalo History III, 39, mengabadikan tulisan – tulisan uskup Hierapolis (hidup para tahun 130 M) dimana uskup Hierapolis megutip salah satu tulisan Yohanes kepada Papias, yaitu salah satunya: “…Markus sebagai penerjemah Petrus, telah menuliskan dengan tepat segala sesuatu yang dia ceritakan, baik mengenai perbuatan maupun perkataan Kristus, namun tidak secara berurutan. Karena dia bukan pendengar maupun pendamping langsung Tuhan; tetapi setelah itu, sebagaimana yang telah saya katakan, dia mendampingi Petrus, yang meneruskan ajaran-Nya menerut kebutuhan, bukan menuangkan seluruh ucapan Tuhan secara runut. Jadi Markus tidak membuat kesalahan, dengan menuliskan segala sesuatu yang Petrus katakana, karena dia berpegang teguh pada satu hal, yaitu tidak menghilangkan satupun yang dia dengar atau menambahkan apapun yang tidak benar dalam tulisannya.”
 Papias yang hidup tahun 100-an M memberi komentar tentang Injil Matius: “Matius merekam sabda Ilahi dalam bahasa Ibrani (Aram)”
 Irenaeus, uskup Lyons (hidup pada tahun 180 M) yang adalah murid Polikarpus, dan Polikarpus adalah murid rasul Yohanes. Dia menuliskan: “Matius menerbitkan Injilnya bagi kalangan Ibrani dalam bahasa mereka sendiri…, Markus, murid dan menerjemah Petrus, mewariskan Injil kepada kita dalam bentuk tulisan…, Lukas, pengikut Paulus, menuliskan Injil yang diajarkan oleh gurunya dalam sebuah buku…dan Yohanes, Rasul Tuhan, yaitu murid yang duduk dekat Yesus , telah menuliskan Injilnya, selagi dia tinggal di Efesus di Asia.”
 Klemens dari Roma (hidup sekitar tahun 95 M) memakai Kitab Suci (dimana pada saat itu yang telah terbentuk tulisan adalah ke 4 Injil tersebut) sebagai sumber yang terpercaya.
 Ignatius (tahun 70-110 M) adalah uskup Anthiokia mengatakan dalam tulisannya bahwa ia mengenal semua para rasul.
 Tatian (sekitar tahun 170 M) menyusun kitab suci secara teratur dan merangkumnya dalam keselarasan Injil…
Dari bukti-bukti dokumen-dokumen lain di atas maka pernyataan dari para ahli dokumen tentang tahun penulisan ke empat Injil adalah dapat dipercaya.
Untuk memperkuat argument bahwa ke 4 Injil ini dapat dipercaya karena jaraknya dengan kejadian tidak begitu jauh,maka akan dipaparkan adanya kisah-kisah yang dipercaya namun kejadian dengan penulisan memiliki jarak wakru yang jauh.


1.B. Perbandingan Dengan Kisah Yang Lain Yang Telah Diakui Kebenarannya, Namun
       Memiliki Jarak Yang Jauh Antara Kejadian Dengan Penulisan
 Kisah peperangan Yulius Caesar pada tahun 58-50 SM ditemukan di naskah yang tertua ditulis 900 tahun setelah zaman Juliuis Caesar.(Josh McDowell, Apologetika, Gasndum Mas, 80)
 Kerajaan Sriwijaya, menurut arkeolog kerajaan Sriwijaya  berdiri pada abad 7 M dan hancur pada tahun 1200-1300 M, namun dokumen sejarah yang menuliskan tentang kerajaan Sriwijaya ditulis pada tahun 1913-1918 M oleh George Coedes penulis dari Perancis (http://.id.wikipedia.org/wiki/kerajaan_Sriwijaya).
 Kerajaan Majapahit menurut Arkelog berdiri pada tahun 1293-1500 M dan Gajah Mada yang masa jabatannya 1334-1359 M dan mati tahun 1364 tertulis di Serat Parorotan, dokumen yang ditulis kira kira berakhir pada tahun 1600 M. (http://id.wikipedia.org/wiki/majapahit).

1. C. Kesimpulan
 Bedasarkan penjelasan para ahli kitab dan adanya bukti dari dokumen-dokumen lain maka penulisan Injil dengan kisah Yesus sangat dekat, dan jika dibandingkan dengan kisah-kisah yang lain yang penulisannya memiliki jarak waktu yang jauh dengan kejadian, maka dapat disimpulkan, yaitu jika kisah-kisah yang ditulis oleh dokumen-dokumen yang memiliki jarak waktu yang jauh antara kejadian dan penulisan dapat dipercaya, maka  kisah di dalam Injil yang memiliki jarak waktu tidak jauh antara penulisan dan kisah adalah dapat dipercaya.

2. Banyaknya Salinan-salinan Tua Sampai yang Termuda Dan Jarak Waktu Dari Dokumen Asli Dengan Salinan Tua
  Injil ditulis pada abad pertama (dapat dilihat di penjelasan no. 1)

2. A. Penemuan Naskah-naskah tua dari kitab Perjanjian Baru
 Naskah John Ryland (tahun 130 M) terdapat di perpustakaan John Ryland di Manchester, Inggris. Berisi tulisan Injil Yohanes.
 Bodmer Papyrus  II (tahun 150-200 M) terdapat di perpustakaan Bodmer, berisi sebagian besar Injil Yohanes
 Papiri Chester Beatty (tahun 200 M) berisi sebagian besar Perjanjian Baru
 Kodeks  Vaticanum (tahun 325-350 M), berisi hampir semua Perjanjian Baru
 Kodeks Sinaitikus (350 M) berisi hampir seluruh Perjanjian Baru dan setengah Perjanjian Lama.
 Kodeks Alexenderius (tahun 400 M) beisi hampir seluruh Alkitab
 Kodeks Ephraemi (tahun 400-an M) berisi bagian Perjanjian Baru kecuali II Yohanes dan II Tesalonika
 Kodeks Bezae (450 M) berisi ke 4 Injil dan kisah Rasul
 Kodeks Washingtonensis (sekitar tahun 450 M) berisi ke 4 Injil

2. B. Ada Salinan-salinan Injil
 Ditemukan salinan naskah kuno, yaitu lebih dari 5.300 salinan naskah Yunani dari Perjanjian Baru, 10.000 naskah latin Vulgata dan 9.300 naskah lain yang lebih kuno

2. C. Jarak Waktu Antara Naskah Awal Dengan Salinan Yang Paling Tua
 Injil dan seluruh Perjanjian Baru memiliki salinan tertua sekitar tahun 125 M. Sedangkan naskah pertama ditulis pada abad pertama (50-100 M). Hal ini diperkuat karena adanya tulisan-tulisan bapa-bapa gereja
 Klemes dari Roma (tahun 95 M) dalam bukunya De Principus mengutip Matius, Markus, Lukas,Titus, I korintus, I Petrus, Ibrani, Kisah Rasul.
 Ignatius (70-110 M) mengutip Mat, Yoh, Kis, Rm, I Kor, Ef, Filp, Gal, Kol, Yak, I dan II Tes, I dan II Tim, I Pet.
 Polikarpus (70-156M) mengutip hampir seluruh Perjanjian Baru
 Klemens dari Alexanderia (159-212). 2.400 kutipannya diambil dari seluruh kitab Perjanjian Baru.
 Tertullianus (160-220 M) telah mengutip Perjanjian Baru 7000 kali dan 3.800 di antaranya mengutip ke 4 Injil.
 Dari penemuan tulisan-tulisan bapa-bapa gereja, berarti salinan tertua sudah ada sekitar awal abad kedua dan kemungkinan juga bapa-bapa gereja mengutip Alkitab yang pertama.

2.D. Kesimpulan
 Penjelasan di atas membuktikan bahwa Injil bahkan seluruh Perjanjian Baru adalah dokumen yang dapat dipercaya, karena jarak antara kejadian dan penulisan adalah dekat dan jarak antara naskah asli dan salinan tua juga dekat dan juga banyak naskah-naskah salinan yang tua sampai yang paling muda, hal ini menunjukkan bahwa Injil dan seluruh Perjnjian Baru dapat dipercaya karena kejadian yang ditulis pada naskah pertama tetap terus terjaga sampai sekarang, jika ada keterputusan yang jauh antara salinan maka ada kemungkinan salinan yang termuda dapat diragukan, tetapi karena naskah Injil bahkan seluruh Perjanjian Baru yang pertama memiliki salinan yang tua dengan jarak yang dekat dan salinan tua memiliki jarak dengan salinan muda begitu dekat dan banyak berarti ada garis penghubung yang terus berlanjut, karena itu isi dari Injil adalah akurat dan tidak mengalami perubahan yang signifikan, sehingga isinya tidak mengalami perubahan dan menjadi tidak diragukan.

3. Ada Dukungan Dari Dokumen Yang Lain
1. Dari Quran
 Sudah dipaparkan di atas mengenai adanya dokumen-dokumen yang mendukung keberadaan Injil (no. 1 dan 2), tetapi saya akan menambahkan dokumen dari agama yang lain, yaitu Islam, maka bukti ini akan dilihat dari Quran
Surat 3:3-4: ‘Dia menurunkan Taurat dan Injil, sebelum Qur’an untuk menjadi petunjuk bagi manusia.’
Surat 3:48: ‘Dia akan mengajarkan kepadanya Kitab, hikmah, Taurat dan Injil.’
Surat 3:65: ‘Mengapa kamu berdebat tentang Ibrahim, pada hal tidaklah Taurat dan Injil itu diturunkan kecuali sesudahnya.’
Surat 5:46: ‘Kami memberikan Injil kepada Isa, didalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, membenarkan Taurat yang diturunkan sebelumnya, sebagai petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang takwa.’
Surat 5:47: ‘Hendaklah pengikut Injil memutuskan perkara berdasarkan apa yang diturunkan  Tuhan di dalamnya,barang siapa tidak memutuskan berdasarkan apa yang diturunkan Tuhan maka mereka adalah orang-orang fasik.’
Surat 5:66: ‘Sekiranya mereka benar-benar menegakkan Taurat, Injil dan apa yang telah diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka akan mendapatkan makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.’
Surat 5:68: ‘Wahai Ahli Kitab, kamu tidak memiliki dasar apapun sampai kamu menegakkan Taurat, Injil dan apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.’
Surat 5:110: ‘Aku telah mengajarkan kepadamu Kitab, hikmah, Taurat, dan Injil.’
Surat 7:157: ‘Injil yang ada pada mereka, menyuruh mereka berbuat makruf dan melarang mereka dari perbuatan munkar, menghalalkan bagi mereka segala yang baik…’
Surat 9:111: ‘Sebuah janji yang mengikat mereka, dalam Taurat, Injil dan Qur’an.’;
Surat 48:29: ‘perumpamaan mereka dalam Taurat dan Injil seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya.’
Kesimpulan
 Berdasarkan pemaparan pengujian terhadap dokumen yang menceritakan tentang Yesus yaitu ke empat Injil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Injil itu merupakan dokumen yang dapat dipercaya, karena itu kisah mengenai Yesus dapat dipercaya, jika Injil tidak diterima sebagai dokumen yang dapat dipercaya, maka semua dokumen sejarah harus ditolak, karena Injil adalah dokumen yang telah lulus uji dan sangat teruji dan pengujian terhadap dokumen sejarah telah dipakai untuk menguji Injil dan hasilnya Injil lebih memenuhi syarat sebagai dokumen yang dapat dipercaya. Jadi, Injil adalah dokumen yang telah lulus uji dan hasilnya Injil adalah dokumen yang layak dipercaya. Karena Injil adalah dokumen yang dapat dipercaya, maka kisah tentang Yesus yang dipaparkan Injil pun dapat diterima.

APA KATA INJIL MENGENAI YESUS
 Saya akan memaparkan bukti-bukti dari Injil mengenai keilahian Yesus, supaya dapat dimengerti bahwa Yesus yang dituliskan di Injil bukan hanya manusia saja melainkan Allah yang menjadi manusia. Bukti-bukti tentang keilahian Yesus dapat dilihat dari perkataan Yesus tentang diri-Nya, perkataan dari orang-orang tentang diri-Nya, dan dari perbuatan-perbuatan-Nya yang telah dicatat di Injil. Dan untuk mengerti tentang bukti-bukti yang ada di Injil juga harus dipahami dengan latar belakang kebudayaan, pendengar pada saat itu, dan bahasa pada saat itu, yaitu kebudayaan Yahudi dan Yunani, pendengar orang Yahudi dan bahasa yang digunakan dalam penulisan adalah bahasa Yunani. Bukti-buktinya sebagai berikut:

1. Istilah-istilah Mesias, Anak Manusia dan Anak Allah Yang Dikenakan Pada Yesus.
Saya akan memaparkan bukti dari Injil mengenai keilahian Yesus, namun harus dimengerti terlebih dahulu bahwa Yesus yang diceritakan Injil adalah hidup di tengah kebudayaan orang Israel, karena itu setiap istilah yang dikenakan pada Yesus harus dipahami sesuai dengan pemahaman orang Israel pada saat itu, begitu juga halnya dengan penyebutan Mesias, Anak Manusia, dan Anak Allah pada Yesus.  Orang Israel pada saat itu memahami istilah Mesias, Anak Manusia dan Anak Allah dari kitab mereka, yaitu Perjanjian Lama dalam Alkitab (orang Kristen menjadikan kitab Yahudi sebagai kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab)

1. A. Istilah-istilah Mesias, Anak Manusia dan Anak Allah Dalam Pemahaman Orang Isarael/ Yahudi
1. A. I.  Mesias
 Mesias (Christos = Mashiah = yang diurapi). Dalam Perjanjian Lama, pribadi yang diurapi adalah raja (1 Sam 24:10, 2 Sam 19:21; 23:1), imam (imamat 4:3; 6:22) dan nabi (1 Raj 19:16). Namun orang Yahudi memiliki pengharapan akan masa depan, yaitu akan ada Mesias yang akan memulihkan kerajaan Israel dan akan memerintah di Israel tetapi kekuasaannya adalah seluruh dunia. Pengharapan ini timbul karena ada nubuatan-nubuatan para nabi di kitab mereka (Perjanjian Lama di orang Kristen), yaitu terdapat di Kej 49:10, ada janji bahwa kerajaan tidak akan lepas dari suku Yehuda sampai  datangnya satu pribadi yang berhak atas kerajaan tersebut dan pada saat pribadi tersebut memerintah maka ia akan menguasai bangsa-bangsa. 2 Sam 7:12 dan seterusnya,di sini ada janji bahwa kerajaan Daud tidak akan berakhir (Daud adalah keturunan Yehuda I Taw 2:3-15, Rut 4:18-22). Yesaya 9:1-6, janji mengenai  Raja Damai (lihat ayat 6 dan bandingkan dengan janji di Kej 49:10 dan 2 Sam 7:12 dst), Yes. 11:1-10, janji Raja Damai. Zak. 9:9-10 janji seorang raja yang akan memulihkan kerajaan Israel. Pengharapan orang Israel tentang janji Mesis juga masih terlihat pada zamannya Yesus (Yoh. 1:20,41; 4:29; 7:31; Luk 3:15, Kis 1:6), Mesias keturunan Daud (Mat 21:9; 22:42) dan dia akan dilahirkan di Betlehem (Yoh. 7:40-42; Mat 2:5 bandingkan dengan Mika. 5:1). Namun Mesias ini dihubungkan dengan anak manusia yang digambarkan di Daniel 7:13-14. Berisi bahwa anak manusia yang turun dari surga datang ke dunia dan akan menjadi raja dan kerajaannya melingkupi seluruh dunia dan bersifat kekal. Jadi,orang  Israel memiliki pengharapan tentang Mesias, raja yang diurapi Allah dan akan memeritah atas Israel dan kekuasaannya adalah seluruh dunia, dalam kekuasaannya ada damai sejahtera dan kerajaannya bersifat kekal.
1. A. II. Anak Manusia
 Pemahaman orang Israel dengan istilah Anak Manusia adalah berasal dari Daniel 7:13-14: “aku terus melihat dalam pengelihatan malam itu, tampak dating dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa kehadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal , yang tidak akan lenyap , dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah ”. Ada juga istilah ini ditemukan di dokumen yang lain dari orang Israel, yaitu seperti Henokh 46 dan 62 dan II Esdras 13. Dalam dokumen Henokh digambarkan bahwa Anak Manusia adalah manusia yang turun dari surga dan memerintah dunia dan pemerintahannya kekal dan menyebutkan bahwa Anak Manusia ini adalah Mesias. Jadi, dalam pengertian orang Yahudi pada saat itu tentang Anak Manusia adalah bahwa ia adalah Mesias yang memiliki sifat ilahi datang dari surga dan untuk mendirikan kerajaan Allah dan semua manusia akan menyembahnya dan kerajaannya kekal.
1. A. III. Anak Allah
 Orang Yahudi memahami bahwa Mesias adalah Anak Allah. Namun dalam pengertian yang lain orang Yahudi mengenai penyebutan Anak Allah adalah bisa juga kesamaan dengan Allah, karena itu Iman besar marah terhadap Yesus saat Yesus mengaku diri-Nya sebagai Anak Allah (Mark. 14:61-64). Orang Yahudi juga memiliki pemahaman yang lain mengenai istilah ini,yaitu mereka mempercayai bahwa Mesias adalah manusia ilahi yang datang dari Allah, karena itu ia disebut Anak Allah, namun ada kemungkinan lain yaitu Mesias ini disebut Anak Allah, karena dia itu adalah Allah itu sendiri, sebab jaman dulu orang Israel dipimpin oleh Allah sendiri, Allah yang menjadi raja atas mereka (1 Sam 8:7), karena itu Allah kembali memimpin mereka melalui Mesias.
1. B. Bukti-Bukti Dari Injil Mengenai Istilah-istilah Di Atas Yang Dikenakan Pada Yesus.
1. B. I. Mesias
 Pengakuan dari Yesus sendiri (Mark. 14:61-62; 16:20; Yoh. 4:25-26), Pengakuan dari Petrus (Mat. 16:16; Mark 8:29; Luk 9:20), perkataan para malaikat kepada para gembala (Luk 2:11), pengakuan Simon dan Hana (Luk 2:26-32), pengakuan Andreas (Yoh 1:41), pengakuan dari sebagian banyak orang yang ada di Yerusalem saat Yesus sedang berbicara di Bait Allah (Yoh. 7:41-42, bandingkan ayat 42 dengan Luk 2:4; 3:23-31:Yesus dilahirkan dari keturunan Daud dan dilahirkan di Betlehem.),  Pengakuan Yesus kepada banyak orang Yahudi yang sedang berkumpul untuk menanyakan apakah Ia Mesias (Yoh. 10:24-25), pengakuan Marta (Yoh 11:27), Pengakuan dari penulis Injil Yohanes (Yoh. 20:31).
1. B. II. Anak Manusia
 Yesus menyebut diri-Nya sebagai Anak Manusia (Mark 2:10; Mat. 11:19;Luk 6:5;Mat 8:20; Luk 12:10; Luk 19:20; Luk 22:48, 69; Mat 12:40; Mat 17:9; Mark. 9:31; Yoh 9:35-36 dan seterusnya, ket: dalam Injil Mat, Mark dan Luk, kurang lebih ada 62 kali tercatat tentang pengakuan Yesus sebagai Anak Manusia )
1. B. III. Anak Allah
 Pengakuan dari diri-Nya sendiri (Mat 27:43; Luk 22:70-71; Yoh 10:36; 11:4), pengakuan dari iblis, roh-roh jahat dan setan (Mat. 8:29; Mark 3:11; 5:7; Luk 8:28), pengakuan para murid yang melihat Yesus berjalan di atas air (Mat 14:33), pengakuan Petrus (Mat 16:16), pengakuan dari kepala pasukan yang sedang menjaga Yesus saat disalibkan (Mat 27:54, Mark 15:39), pengakuan Markus (Mark 1:1), perkataan Malaikat Gabriel (Luk 1:32,35), pengakuan Yohanes (Yoh 1:18, 34; 20:31), pengakuan Natanael (Yoh 1:49), pengakuan Marta (Yoh 11:27), kesaksian orang Yahudi bahwa Yesus mengaku diri-Nya sebagai Anak Allah (Yoh 19:7).

2. Pengakuan-pengakuan Yesus Yang Lain  Mengenai Diri-Nya Yang Menunjukkan Keilahian-Nya.
2. A. Yesus Menyamakan Diri-Nya Dengan Bapa
 Orang Isreal/Yahudi pada saat itu  memahami hubungan mereka dengan Allah, yaitu seperti hubungan Bapa dengan anak (Kel 4:22), karena itu pada saat Yesus menyebut Bapa, orang Israel mengerti siapa yang dimaksud Yesus.
 Bukti-bukti dari Injil mengenai pengakuan Yesus menyamakan diri-Nya dengan Bapa (Allah): 1. Orang percaya harus dibaptis dalam nama Bapa dan Anak (Mat 28:19), 2. tidak ada yang dapat menganal Bapa kalu bukan melalui Yesus (Luk. 10:22), 3. Yesus dihormati seperti Bapa dihormati, menghormati Yesus berarti menghormati Bapa (Yoh. 5:23), 4. mengenal Yesus sama dengan mengenal Bapa (Yoh. 8:19), 5. Bapa dan Yesus saling mengenal (Yoh 10:15), karena Bapa dan Yesus adalah satu (Yoh 10:30) dan Yesus di dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus (Yoh 10:38), hal ini yang menyebabkan orang Yahudi marah dengan Dia karena menyamakan diri dengan Allah (Yoh 10:33, 39), 6. melihat Yesus sama dengan melihat Bapa (Yoh 14:8-9), karena Yesus di dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus (Yoh 14:11).

2. B. Menyebut Diri-Nya Sendiri “egō eimi”
 Orang Israel/Yahudi pada saat itu memahami bahwa penyebutan Aku adalah Aku atau Akulah Aku hanya dikenakan untuk Allah, karena Allah memperkenalkan diri-Nya kepada Musa dengan nama Aku adalah Aku (Kel. 3:14) dalam bahasa Yunani egō eimi. Keterangan: dalam bahasa Yunani Aku adalah Aku, Akulah Aku, Akulah Dia dan Akulah memakai kata egō eimi. Karena itu dengan menyebutkan diri-Nya egō eimi sama saja Yesus sedang menyamakan diri-Nya dengan Allah.
Bukti-bukti Injil mengenai Yesus menyebut diri-Nya egō eimi: Yesus menyebut diri-Nya egō eimi (Yoh 4:26: 8:24,28; 13:19; 18:5,6,8 ) dan sering Yesus memakai kata Akulah dengan penambahan kata predikat, yaitu Akulah roti hidup (Yoh. 6:35), Akulah terang dunia (Yoh 8:12), Akulah pintu ke domba-domba itu (Yoh 10:7), Akulah gembala yang baik (Yoh 10:11), Akulah kebangkitan dan hidup (Yoh 11:25), Akulah jalan kebenaran dan hidup (Yoh 14:6), Akulah pokok anggur yang benar (Yoh 15:1).

2. C. Yesus Menyebut Diri-Nya Adalah Tuhan
 Orang Israel/Yahudi pada saat itu memiliki hukum Taurat, yaitu yang melarang menyebut nama Tuhan (YHWH) dengan sembarangan (Kel 20:7), karena itu orang Israel pada saat memanggil YHWH mereka menggantikan dengan penyebutan salah satunya adalah Tuhan (dalam bahasa Yunaninya “kurios”). Sedangkan Yesus menyebut diri-Nya Tuhan (Luk. 6:5; Yoh 13:13), Yesus juga disebut Tuhan oleh para malaikat (Luk 2:11), dan Yesus tidak menolak saat Thomas memanggilnya Tuhan dan Allah (Yoh 20:28), keterangan: dalam bahasa Yunani kata “Tuhan dan Allah” di dalam Yoh 20:28: “ho kurios kai ho theos”, penjelasan: kata benda yang diawali kata “ho” ini menunjukkan bahwa kata benda tersebut adalah satu-satunya, dengan demikian berarti “ho kurios kai ho theos” memiliki arti “satu-satunya Tuhan dan satu-satunya Allah”.

3. Perbuatan-perbuatan Yesus Yang Menunjukkan Sifat-sifat Keilahian-Nya
 Saya akan menunjukkan bukti-bukti dari Injil mengenai perbuatan-perbutan-Nya selama Dia ada di dunia yang menunjukkan bahwa sifat-sifat yang dimiliki-Nya memiliki kesamaan dengan sifat-sifat yang dimiliki Allah, hal ini membuktikan bahwa Yesus adalah Allah, yaitu

3. A. Maha Tahu
 1.Yesus mengenal manusia dan mengetahui apa yang ada di hati dan pikiran manusia: (Mat. 9:3-4; 22:18; Yoh. 2:24-25; 5:42; 6:15  bandingkan dengan Luk 16:15), Yesus mengetahui pikiran orang (Mat 12:25; 26:10), Yesus mengetahui maksud orang (Mat 12:15a).
2.Yesus mengetahui kejadian-kejadian masa yang akan datang: Yesus tahu bagaimana Petrus akan mati (Yoh 21:18-19),Yesus tahu Bait Allah akan dihancurkan (Mat 24:1-2, keterangan: Bait Allah dihancurkan pada tahun 70 M oleh pimpinan Jendral Titus dari pasukan Romawi sedangkan Yesus ada di bumi pada tahun 4 SM – 30 M), Yesus mengetahui bagaimana tembok Yerusalem akan dihancurkan dan bagaimana Yerusalem akan dikalahkan, yaitu dengan cara dikepung terlebih dahulu (Luk 21:20. keterangan: Yerusalem dihancurkan oleh pimpinan Jendral Titus pada tahun 70 M dan sebelum dihancurkan Yerusalem dikepung beberapa lama dengan tujuan seluruh orang-orang di dalamnya kelaparan sehingga mereka tidak sanggup lagi melawan mereka dan akhirnya menyerah), Yesus mengetahui bagaimana Ia mati dan akan bangkit pada hari ketiga (Mat 16:21-22; 17:22-23; 20:17-19; 26:1-5), Yesus mengetahui bahwa Yudaslah yang akan menghianati-Nya (Yoh 6:67-70; 13:9-11, 18-19, 21-30; Mat 26:21-25; Mark. 14:18-21), Yesus mengetahui bahwa Petrus akan menyangkalnya tiga kali sebelum ayam berkokok (Mat 26:33-34, Keterangan: Petrus akhirnya menyangkalYesus tiga kali sebelum ayam berkokok. Mat.26:69-75).
3. Yesus mengetahui sesuatu yang belum diberitahukan kepada-Nya:  Yesus mengetahui jumlah suami perempuan Samaria, pada hal perempuan tersebut belum memberitahu-Nya dan mereka belum saling mengenal (Yoh 4:16-18, 39).

3. B. Maha Kuasa
 1. Yesus berkuasa atas segala penyakit:  Yesus menyembuhkan banyak orang sakit (Mat. 4:24; Luk  6:17-19), menyembuhkan orang kusta (Mat. 8:1-4; Mark 1:40-45; Luk 5:12-16), menyembuhkan hamba perwira (Mat 8:5-13; Luk 7:1-10), menyembuhkan ibu mertua Petrus (Mat. 8:14-15; Mark 1:29-31; Luk 4:38-39), menyembuhkan orang lumpuh (Mat 9:1-8; Mark 2: 1-12; Luk 5:17-26), menyembuhkan dua orang buta (Mat 9:27-31), menyembuhkan yang layu tangannya (Mat 12:9-14; Mark. 3:1-6; Luk 6: 6-11), menyembuhkan orang buta di Betsaida (Mark 8:22-26), menyembuhkan Bartimeus yang buta (Mark 10:46-52), menyembuhkan orang buta di Yerikho (Mat 20:29-34; Luk 18:35-43), menyembuhkan orang tuli dan bisu (Mark 7:31-37), menyembuhkan perempuan yang bungkuk (Luk 13:10-17), menyembuhkan 10 orang kusta (Luk 17:11-19), menyembuhkan telingan Malkus yang putus (Luk 22:47-51), menyembuhkan laki-laki yang busung air (Luk 14:2-4),menyembuhkan perempuan yang sakit pendarahan (Mat 9:20-22; Mrk 5:25-34; Luk 843-48).
 2. Yesus berkuasa atas alam dan hukum alam: Yesus mengubah air menjadi anggur di Kana (Yoh 2:1-11), meredakan badai (Mat 8:23-27; Mark 4:35-41; Luk 8:22-25), menagkap ikan secara ajaib (Luk 5:1-11; Yoh 21:6), memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan (Mat 14:15-21; Mark 6:34-44; Luk 9:11-17;Yoh 6:1-14), memberi makan 4000 orang dengan 7 roti dan beberapa ikan (Mat 15:32-39; Mark 8:1-9), berjalan di atas air (Mat 14:22-32; Mark 6:45-52; Yoh 6:19), memerintahkan Petrus mengambil uang dari mulut ikan (Mat 17: 27), mengutuk pohon ara sehingga layu (Mat 21: 18-22; Mark 11:12-14).
 3. Yesus berkuasa atas setan atau roh jahat: Yesus mengusir roh-roh jahat dari banyak orang yang kerasukan (Mat 5:24; Luk 6:18), mengusir setan-setan dari orang yang kerasukan setan-setan (Mat 8:28-32 = perhatikan ayat 29; Mark 5:1-20 = perhatikan ayat 7-9; Luk 8:26-33 = perhatikan ayat 28-31), menyembuhkan orang yang bisu karena dirasuk setan (Mat 9:32-34), menyembuhkan orang buta dan bisu karena kerasukan setan (Mat 12:22-23: Mark 3:20-30; Luk 6:6-11), mengusir setan dari anak seorang perempuan Kanaan (Mat 15:21-28; Mark 7:24-30), mengusir roh-roh jahat dari anaklaki-laki (Mat 17:14-18), mengusir roh jahat dari laki-laki di Sinagoga (Luk 4:31-37 = perhatikan ayat 34-35; Mark 1:21-28 = perhatikan ayat 24-26).
 4. Yesus berkuasa membangkitkan orang mati: membangkitkan Lazarus yang sudah dikubur 4 hari (Yoh 11: 17, 33-44), membangkitkan anak janda Nain (Luk 7:11-17), membangkitkan anak perempuan Yairus (Mat 9:18-26; Mark 5:35-43; Luk 8:41-56)


4. Kekal
 Yesus sudah sejak kekekalan (Yoh 1:1), Yesus sudah ada sebelum Abraham ada (Yoh 8:58).

5. Kudus (tidak berdosa)
 1. Pengakuan Yesus:Yohanes 8:46: “Siapakah di antaramu yang membuktikan Aku berbuat dosa?..”, Yohanes 8:29: “…Sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan pada-Nya”.
2. Kesaksian dari orang yang dekat dengan-Nya: Petrus: “melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” (1 Pet 1:19). “Ia tidak berbuat dosa dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya” (1 Pet 2:22). Yohanes: “Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.” (1 Yoh 3:5).
3. Kesaksian dari musuh-musuh-Nya: Orang yang disalib di sebelah Yesus: “Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah” (Luk 23:41), Pilatus: “Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahan pun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati…” (Luk 23:22), kepala Pasukan yang menjaga Yesus sewaktu Yesus disalib: “Sungguh, orang ini adalah orang benar.”(Luk 23:47), para imam-imam kepala berusaha mencari kesaksian yang memberatkan Yesus,tetapi mereka tidak menemukannya dan kesaksian palsu dari banyak orang yang saling bertentangan (Mark. 14:55-56).

6. Maha Ada
 Mat 8:20: “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka”, Mat 28:20: “…Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai pada akhir zaman”.

4. Hal-hal Pada Yesus Yang Menjadikan-Nya Berbeda Dengan Semua Manusia
 Saya akan membuktikan dari Injil mengenai hal-hal apa saja yang ada pada Yesus yang menjadikan-Nya berbeda dengan semua manusia dan menunjukkan bahwa Dia Allah, karena hanya Allah yang dapat menjadikan hal-hal yang ada pada Yesus, sedangkan semua manusia tidak bisa menjadikannya.

4. A. Hanya Allah Yang Disembah
 Yesus menerima penyembahan terhadap diri-Nya. Mat 8:22: Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia…Yoh 9:38: Katanya: “Aku percaya, Tuhan!”. Lalu ia sujud menyembah-Nya. Mat 14:33: Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia…Yoh 20:28: Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”. Luk 24:52: mereka sujud menyembah kepada-Nya

4. B. Semua Manusia Dilahirkan Karena Pembuahan, Namun Yesus  Bukan Karena Hasil Pembuahaan
 Matius 1:18-25, Lukas 2:1-7. Kelahiran Yesus membuktikan keilahian-Nya, karena Ia dilahirkan bukan karena pembuahan, tetapi Allah yang berinkarnasi menjadi manusia dan meminjam rahim seorang perawan.
4. C. Hanya Allah Yang Berkuasa Mengampuni Dosa dan Tidak Satu Orang pun Berkuasa Mengampuni Dosa Manusia
 Yesus berkuasa mengampuni dosa-dosa manusia. Mat 9:2-6; Mark 2:5-10; Luk 5:20-24; 7:48.

4. D. Manusia Mati Dan Tidak Dapat Bangkit, Yesus Mati Namun Pada Hari Yang Ketiga Ia bangkit.
 Mat. 28:1-10, 11-15; Mark. 16:1-8; Luk 24:1-12; Yoh. 20:1-10. Kebangkitan Yesus dari kematian membuktikan Ia Allah, karena hanya Allah yang berkuasa atas kehidupan, kematian dan kebangkitan, sedangkan manusia tidak berkuasa atas hidupnya, sehingga semua manusia akan mati dan tidak mampu bangkit kembali. Yesus yang adalah Allah berkuasa atas hidup-Nya, karena itu Ia bangkit pada hari yang ke tiga.

4. E. Hanya Allah Yang Dipanggil Tuhan, Sedangkan Yesus Dipanggil Tuhan
 Luk 2:11, Malikat memanggil Dia Tuhan, Yohanes 20:28. Tomas memanggil-Nya Tuhan dan Allah. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah karena itu penyebutan Tuhan ditujukan kepada diri-Nya.

4. F. Hanya Allah Yang Adalah Hakim Atas Segala Sesuatu
 Yesus menyatakan bahwa Allah telah menyerahkan penghakiman atas segala sesuatu kepada-Nya (Yoh 5:22), ini menunjukkan bahwa Ia Allah, karena itu penghakiman yang dilakukan Allah dapat dilakukan-Nya.

4. G. Allah Tidak Pernah Manyebut Seorangpun Anak Allah Secara Langsung
 Injil mencatat bahwa Allah secara langsung berkata dari langit kepada Yesus, bahwa Ia adalah Anak-Nya (Mat 3:17, 17:5; Mark 1:11; Luk 3:22, Mark 9:7; Luk 9:35). Ini membuktikan Yesus sungguh berbeda di hadapan Allah dibandingkan dengan semua manusia, hal ini dikarenakan Yesus adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Allah memanggil-Nya Anak, karena Ia adalah Allah yang menjadi manusia yang  dilahirkan sebagai seoarang anak dan Ia bukan hasil pembuahaan dari laki-laki, melainkan karena Allah itu sendiri menjadi manusia dan tinggal di dalam rahim Maria, maka karena itu Yesus dipanggil Anak oleh Allah.

4. H. Yesus Menggenapi Nubuatan Para Nabi Di Perjanjian Lama
 Jika dilihat jarak waktu dari penulisan Perjanjian Lama dengan kelahiran Yesus sampai kematian-Nya, maka ada jarak yang jauh sekali. Perjanjian Lama disusun menjadi sebuah kitab oleh orang Yahudi adalah pada tahun 450 SM, hal ini semakin diperkuat karena Kitab Yahudi, yaitu Perjanjian Lama telah diterjemahkan kedalam bahasa Yunani pada tahun 250 SM, sedangkan penerjamahannya dimulai pada tahun 285 SM. Karena itu penulisan Perjanjian Lama oleh para nabi jauh sebelum tahun 450 SM.
Oleh karena itu, maka tidak ada seorang pun yang mampu menggenapi seluruh nubuatan mengenai dirinya jikalau ia bukan Tuhan. Yesus membuktikan bahwa Ia bukan hanya manusia, tetapi Ia adalah Allah, karena itu dengan kemahakuasaan-Nya Ia dapat menggenapi saluruh nubuatan para nabi mengenai diri-Nya.
Buktinya adalah:
1. Tentang kelahiran-Nya: Dilahirkan dari keturunan perempuan (Kej 3:15), Yesus dilahirkan dari seorang perempuan (Mat 1:20), Dilahirkan dari seorang perawan (Yesaya 7:14), Yesus dilahirkan dari seorang perawan (Mat 1:18, 24, 25; Luk 1:26-35), dari keturunan Abraham (Kej 22:18), Yesus dilahirkan dari garis keturunan Abraham (Mat 1:1), keturunan Isai (Yes 11:1), Yesus dilahirklan dari garis keturunan Isai (Mat 1:6),  Dari keturunan Daud (Yer 23:5), Yesus dilahirkan dari garis keturunan Daud (Mat 1:1 bandingkan dgn Luk 2:4), dilahirkan di Betlehem (Mi 5:1), Yesus dilahirkan di Betlehem (Mat 2:1; Luk 2:4-7),  dia akan dinamakan Immanuel, Yesus dinamakan Immanuel (Mat 1:23),
2. Tentang Pelayanan-Nya: Didahului oleh utusan (Yes 40:3), Yohanes pembaptis mendahuli pelayanan Yesus (Mat 3:1,2), pelayanan dimulai di sekitar Galilea (Yes 8:23), Yesu pelayanan disekitar Galilea (Mat 4:12,13,17), banyak melakukan mujizat (Yes 35:5,6a), Yesus banyak melakukan mujizat (lihat no. 3. B), dia akan masuk ke Yerusalem dengan menunggangi keledai (Zakh 9:9), Yesus menunggangi keledai pada saat Ia masuk ke Yerusalem dan mereka bersorak-sorai menyambut-Nya (Luk 19:35-37).
3. Tentang kematian-Nya: dihianati oleh seorang sahabatnya (Maz 41:10), Yudas Iskariot salah satu murid-Nya menghianati-Nya (Mat 10:4; 26:47-50; Yoh 13:21-30), dijual seharga 30 keping perak (Zakh 11:12), Yudas menjual Yesus dengan harga 30 keping perak (Mat 26:14-15),  dia tutup mulut sewaktu didakwa dan dianiaya (Yes 53:7), Yesus sewaktu di hakimi oleh imam-imam kepala ia tidak memberikan jawaban apapun (Mat 27:12), ia mengalami penyiksaan sehingga ia menderita memar-memar dan luka-luka (Yes 53:5), Yesus disesah sebelum disalibkan (Mat 27:26), dipukul dan diludahi (Yes 50:6), Yesus dipukul dan diludahi (Mat 26:67), ia diolok-olok (Maz 22:8-9), Yesus di olok-olok (Mat 27:31), taangan dan kakinya ditusuk (Maz 22:17;Zakh 12:10), Yesus di salibkan dengan tangan dan kaki dipaku (Luk 23:33; Yoh 20:25), disalibkan bersama-sama penjahat (Yes 53:13), Yesus disalibkan di atara dua penjahat (Mat 27:38; Mark 15:27-28), berdoa bagi mereka yang menganiayayanya (Yes 53:12), Yesus berdoa bagi mereka yang menganiayaya-Nya (Luk 23:34), orang-orang menggelengkan kepalanya saat melihat keadaan dirinya (Maz 109:25), orang-orang menghujat Yesus dan menggelengkan kepala saat melihat-Nya (Mat 27:39), pakaianya diundi dan dibagi-bagi (Maz 22:19), jubah  Yesus diundi dan dibagi-bagi (Yoh 19:23-24), ketika haus diberikan anggur asam (Maz 69:22),Yesus haus dan diberikan anggur asam(Yoh 19:28-30), ia berseru karena merasa ditinggalkan Allah (Maz 22:2a), Yesus berseru”Eli, Eli, Lama Sabakhtani?” (Mat 27:46), meyerahkan nyawanya pada Allah, Yesus sebelumIa mati ia berkata “Ya bapa, kedalam tangan-Mulah Kuserahkan nyawa-Ku” (Luk 23:46), tulang dari padanya tidak ada yang dipatahkan (Maz 34:21), pasukan yang menjaga-Nya tidak mematahkan kaki Yesus karena Dia sudah mati (Yoh 19:33), lambungnya ditikam (Zakh 12:10), Yesus ditikam lambung-Nya (Yoh 19:34), kegelapan akan melingkupi semua daerah (Ama 8:9), terjadi kegelapan saat Yesus mati (Mat 27:45), ia dikubur ditempat orang kaya  (Yes 53:9), Yesus dikubur oleh Yusuf Arimatea orang kaya (Mat 27:57-60).
4. Tentang Kebangkitan dan kenaikan-Nya:  ia akan dibangkitkan (Maz 16:10; 30:4; 41:10; 118:17; Hos 6:2), Yesus bangkit dari kematian ( Luk 24:1-12,46; Mat 28:1-10; Mark 16:1-8; Yoh 20:1-10), ia akan naik kesorga (Maz 68:19a), Yesus terangkat ke sorga (Luk 24:50-51).

4. I. Hanya Yesus Yang Datang Dari Sorga dan Kembali Ke Sorga
 Yesus datang dari Sorga (Yoh 3:31) dan Yesus kembali ke Sorga (Luk 24:50-51). Hal ini membuktikan bahwa Ia adalah Allah yang menjadi manusia.

5. Kesimpulan
 Jadi, dari bukti-bukti yang dipaparkan oleh Injil, maka dapat disimpulkan bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, supaya manusia dapat mengenal Allah melalui keberadaan Dia yang menjadi manusia, sehingga pikiran dan kemampuan manusia yang terbatas dapat menerima pemahaman mengenai Allah melalui Allah yang tak terbatas menjadi terbatas, yaitu Yesus.

Dokumen-dokumen Di Luar Injil Yang Mendukung Kerberadaan Yesus
 Bukti-bukti dari dokumen-dokumen di Luar Injil dapat lebih mendukung keberadaan Yesus, walaupun sebenarnya bukti dari Injil itu sudah dapat dipercaya, karena Injil adalah dokumen yang telah lulus uji, sehingga kisah tentang Yesus di dalam Injil dapat dipercaya. Namun supaya lebih memperkuat bahwa Injil adalah dokumen yang dapat dipercaya dan khususnya mengenai Yesus, maka diperlukan bukti dari dokumen di luar Injil.

1. Quran
1. A. Mengenai Kelahiran Yesus atau Isa di Dalam Quran
Surat 19:17: “maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma (dalam bentuk) manusia yang sempurna ”
Surat 19:19: “Ia (Jibril) berkata: Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.
Surat 19:20: “Maryam berkata: bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang penzinah”
Surat 19:21: Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu beriman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”
Surat 19: 22: “Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ketempat yang jauh”

1. B. Mengenai Perbuatan-perbuatan Yesus atau Isa Dalam Quran
Surat 3:49: “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seeokor burung dengan seizing Allah; dan aku menyembuhkan orang buta sejak dari lahir dan orang berpenyakit sopak; dan kamu menghidupkan orang mati dengan seizing Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah satu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman ”

1 . C. Mengenai Kematian, Kebangkitan dan Kenaikan Yesus atau Isa Dalam Quran
Surat 3:55: ‘Tuhan berfirman: “wahai Isa, Aku akan mewafatkan kamu (atau Aku akan mengambilmu) dan mengangkatmu kepada-Ku, dan membersihkan kamu dari orang-orang kafir dan Aku akan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang kafir saampai kiamat”.
Surat 4:158: ‘Tuhan telah mengangkatnya (Isa) kepada-Nya.”
Surat 19:33: “Dan Kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan kembali”
Surat 4:152: “Perkataan mereka: “Kami telah membunuh Al-Masih, Isa, anak Maryam, utusan Tuhan.”

KESIMPULAN

 Jadi, dari penjelasan di atas menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Bukti-bukti keilahian Yesus terdapat pada Injil, sedangkan Injil adalah dokumen yang telah lulus dari ujian keabsahan dokumen kuno, karena itu bukti-bukti dari Injil mengenai keilahian Yesus adalah sah dan dapat dipercaya. Jadi, semua orang percaya pada Yesus janganlah goyah imanmu karena perngaruh dari para orang-orang yang meragukan keilahian Yesus dan bagi yang belum percaya, maka selidikilah kembali pikiranmu, kiranya Tuhan membuka pikiranmu sehingga kamu dapat memahami dan menerima bahwa Yesus adalah Allah dan Tuhan.


PENULIS:
RANJA GINTA GINTING



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar